5 Tips Merawat Anak Kucing Baru Lahir agar Terhindar dari Infeksi

5 Tips Merawat Anak Kucing Baru Lahir agar Terhindar dari Infeksi  

Others

Anak kucing yang baru lahir masih sangat lemah. Selain itu, kucing yang baru lahir rentan terkena berbagai infeksi, apalagi jika terpisah dari induknya secara paksa. Untuk itu, cara merawat anak kucing yang baru lahir sebaiknya dilakukan dengan hati-hati.

Banyak sekali kucing yang dibuang di pinggir jalan dan dipisahkan dengan induknya. Padahal, air susu dari induknya penting untuk kekebalan tubuh anak kucing. Kekebalan tubuh ini memberikan perlindungan pada kucing agar kuat.

Merawat Anak Kucing agar Terhindar Infeksi

Beberapa infeksi virus pada anak kucing bisa menyebabkan penyakit bawaan, salah satunya epilepsi. Selain infeksi, epilepsi pada kucing juga merupakan tanda cacat sejak lahir atau adanya kelainan dalam metabolisme tubuhnya. Oleh karena itu, pada saat kucing lahir, induk sangat diperlukan.

Berikut adalah beberapa cara merawat kucing yang baru lahir jika tidak ada induknya:

1.     Memberi Susu Khusus Kucing

Saat Anda menemukan kucing yang baru lahir, sediakan susu khusus kucing agar kebutuhan nutrisi si anak kucing terpenuhi. Jika nutrisi terpenuhi, maka sistem kekebalan tubuh kucing juga akan meningkat. Berikanlah susu kucing sesuai dengan petunjuk atau berikan setidaknya tiga hingga empat jam sekali dalam sehari.

2.     Mencari Indukan Pengganti

Selain memberi susu sebagai pengganti susu induk, Anda bisa mencari indukan pengganti. Hubungilah komunitas pecinta hewan yang bisa membantu menyebarkan informasi atau menolong untuk menemukan indukan pengganti. Indukan pengganti bisa memberikan air susu dan juga membersihkan badan anak kucing.

3.     Membersihkan Kotoran dan Badan

Salah satu cara merawat anak kucing yang baru lahir adalah membantunya buang air. Jika anak kucing masih sangat kecil, Anda bisa menggunakan lap lembab yang lembut untuk membersihkan badannya. Badan kucing yang bersih akan terhindar dari bakteri maupun infeksi.

Saat usianya lebih besar, sekitar enam hingga delapan minggu, latihlah anak-anak kucing untuk buang air di bak pasir. Semakin dini mengajarkan disiplin di toilet akan memudahkan Anda.

4.     Bawa Ke Klinik Untuk Vaksinasi

Setelah usia anak kucing lebih besar yaitu sekitar usia enam hingga delapan minggu, Anda sebaiknya segera membawa ke klinik hewan untuk dilakukan pemeriksaan dan juga vaksinasi. Berikan vaksin dengan tepat sesuai dengan petunjuk dokter agar anak-anak kucing yang Anda rawat terhindar dari virus yang mematikan.

5.     Pantau Pertumbuhannya

Pantau pertumbuhan anak kucing mulai dari perilaku dan juga kotorannya. Berikan makanan padat sesuai dengan petunjuk dokter hewan agar kucing tetap sehat. Saat usia anak-anak kucing sudah mencapai dua bulan atau masuk ke tiga bulan, Anda bisa mensteril kucing jantan atau betina.

Setiap pagi, jemurlah anak-anak kucing saat matahari pagi setidaknya lima hingga 10 menit. Sinar matahari merupakan sumber vitamin alami tidak hanya untuk manusia saja, tetapi juga untuk hewan seperti kucing.

Cara merawat anak kucing yang baru lahir memang tidak terlalu rumit, tetapi membutuhkan ketelatenan dan kedisiplinan. Selain itu, berikan obat cacing dan anti kutu secara rutin agar kucing Anda terbebas dari parasit. Lakukan sterilisasi agar kelak tidak ada pembuangan kucing lagi.